Cerita Dewasa Hot Selingkuh Dengan Tetangga Saat Istri Pergi

Selingkuh Saat Istri Pergi

Cerita Dewasa Hot – Suatu hari istriku pergi ke rumah ibu nya di luar kota, aku tidak bisa menemani karena memang banyak pekerjaan di kantor. Aku berpikir inilah kesempatanku mendekati Susi, karena istriku akan di rumah ibunya selama seminggu, tapi apa cukup waktu segitu, cara demi cara aku pikirkan namun semuanya bakal buntu.
Keesokan harinya aku menyempatkan lari pagi, aku lihat rumah Susi masih menyala lampunya, ah sepertinya dia masih tidur aku berputar memutari komplek, tak lama kemudian aku melihat dia baru saja datang dengan mengendarai sepeda, membuka pagar rumahnya, suasana memang sepi sekali, aku pun berusaha mendekat.

“Hi Susi, darimana nih??” sapaku.

“Dari rumah teman Mas” wajahnya yang menantang menjawabku.

“Nginep ya Sus?”

“Iya Mas” sambil gugup dia menjawabku sepertinya dia masi malu waktu itu pernah ku lihat hanya berpakaian dalam.

“Ya sudah Neng capek kayaknya tuh mata masih merah, aku pulang dulu yah Susi, bersih-bersih rumah ga ada istri soalnya”

“Hehe iya, emangnya kemana Mbak Dewi nya??”.

“Lagi kerumah ibunya Sus, kangen katanya”.

“Ow… Berapa hari mas?? kalau butuh bantuan bilang aja yah mas, sapa tau bisa bantu”

“Wah kebetulan tuh Susi” pikirku melayang untuk meminta puaskan nafsuku ini.

“Kebetulan apa mas??”

“Ehh ga kok Susi bercanda, ya sudah aku pulang dulu ya?? O ya tar kerja kah? kalau capek tar aku anter ga papa kok”.

“Ga mas aku libur, lagi ga enak badan nih”

Aku pun pergi menuju rumah, hubungan ini ga aku sia-sia kan, sampai di rumah aku sms Neng Susi, ternyata nyambung juga hingga akhirnya sms an sampai malam, kata-kataku sudah mulai menjurus pada Sex, ternyata Neng Susi sedikit ngebales meskipun akhirnya dia takut akan hubungan ku dengan istriku.
Namun aku jawab mumpung ga ada dia,

“esok pagi Neng Susi menelponku” Mas tolong belikan obat donk, bisa kan?? pusing nih mau minta tolong siapa lagi aku ga tau”

“Ok sayang” jawabku.

“Idih sayang di bom istrimu baru tau rasa loh…”
Hari sabtu adalah hari libur aku pergi membeli obat. Setelah dapat aku masuk ke rumah Susi.

“Sus ini obatnya”.

“Iya mas bentar”

Jrennnnggggg Neng Susi memakai lingerine tapi agak tebal dikit lah berwarna biru muda, serentak senjataku bergejolak melihat tubuhnya yang putih serasa sengaja disuguhkan pada ku.

“Masuk mas, silahkan duduk dulu” celana dalamnya terlihat samar-samar di balik gaun tipis itu. mataku berbinar rasanya seperti dimanjakan olehnya.

“Silahkan diminum Mas” sambil menyuguhkan teh dia merunduk dan belahan dadanya terlihat jelas. BH yang berwarna Merah terlihat membungkus barang indah itu.

“Makasih Susi” Mataku kembali terbelalak ketika melihat paha mulus saat Neng Susi duduk didepanku, mulailah pikiranku melayang.

“Mas Jefri.. Mass Jefri… malah ngelamun” Suaranya membangunkanku dari lamunan ku.

“Heh maaf Neng lagi berfantasi”

“Hayooo fantasi apaan? cerita di bbm itu yah?? Mas jefri ini bisa aja yah” sambil tertawa Neng susi menyingkap rambutnya.

“Hehe iya Susi ditinggal istri seminggu sih gini deh jadinya, apalagi Neng pakaiannya gitu, tambah ga karuan deh”.

“Hahaha cuma kelihat paha aja udah melayang nih Mas Jefri”

“Banget Sus, hahaha”.

“Mas maaf yah, aku sebenarnya sih ga sakit, cuma akal-akalan aja biar Mas ke rumah, maaf yah??
“Wah parah, kirain sakit beneran, kawatir kan, yang lebih parah lagi adek ini beridiri terus ngeliat paha ma dada, tanggung jawab Donk!!”.

“Ye mulai deh minta ma bini sono” nadanya marah pada ku.

“becanda, gitu aja marah”.

“Iya ga papa, Mas masukin tuh motor, temenin aku donk bentar aja mumpung ga ada bini mas katanya, haha”.

Aku pun memasukkan motor ke garasi Neng Susi, lalu aku masuk kembali, aku di ajak ke sebuah ruangan yang bagus sekali.

“Mas ini aku namain ruangan surga, karena ini khusus kalau suami ku pulang, dia minta berhubungan disini, kedap suara soalnya ruangan ini mas, jadi meski teriak-teriak ga bakalan ada yang denger”

“Wow keren juga yah Sus, boleh dicoba tuh Sus,” Sambil duduk di kursi saya memandang ruangan itu.

“Itu disana ada kamar mandi, disini kah mas kalau aku lagi pengen puasin diri sendiri” Mataku terbelalak ketika Neng Susi duduk dengan kaki terbuka, celana dalamnya tipis, sehingga terlihat dengan jelas jembut dan kemaluannya.

“Eh iya Sus” sambil menahan aku menjawab.

“Liat ini Mas? jangan diliat aja dong mas, dari kemarin aku tau kok Mas… kalau kamu pengen aku, itu yang lagi berdiri dimasukkin donk kesini: sambil menunjuk miss v nya, dengan nada yang menantang…

“Hmm siap” saya pun langsung membuka semua pakaianku..

“Wow besar yah mas.. aku udah kepengen juga..”
Aku langsung menunduk karna Susi duduk sambil membuka kakinya di kursi, langsung kujilat kemaluannya..

“Oooughh…sssshhhh Mas inget istri….Ahhhh ENAkkkk”
celana dalam nya aku copot, lidahku tetap bergerilya di kemaluan Susi, sesekali dia mencengkeram rambutku sesekali dia menjerit…

“Oughhh Enak banget”

Menit demi menit berlalu, jari pun telah aku masukkan, jari yang semula kering kini dilumuri cairan putih dan bening,

“Mas aku dah mau keluar,…. Ouuughhhhh” Susi mencapai orgasme nya.

“Aku naik untuk mencumbu bibirnya, sambil kucopot BH yang menempel di dada nya, namun lingerine yang indah itu aku biarkan menghiasinya tubuhnya, kecupan demi kecupan saling kita berikan, tangan ku bergerilya di gunung surganya, ku hisap pentilnya sesekali kugigit secara perlahan”.

“Ahh mass kamu ahli rupanya… Ahhh lagi mass”.sambil mengangkat kepalaku Susi berdiri dan merunduk di depanku.

“Kumakan yah mas kontolmu ini” sambil mengocok dia mendekatkan mulutnya ke kontolku, aku hanya pasra dan cuma bisa menganggukkan kepala saja…
“Oughh Sayang…: desahku ketika Kontolku dilumatnya.. menit demi menit aku di kulum nya, aku merasakan sedikit lagi aku akan orgasme, aku mengangkat kepala Susi, kemudian dia lepaskan kulumannya.

“Ada apa mas?”

“Ga papa aku mau orgasme berhenti bentar, pengen orgasme saat di dalam ini” sambil ku tunjuk vaginanya.

“Itu tar aja, ga adil tadi aku keluar di mulut kamu, sekarang harus di mulut juga”, lansung mengulum kembali penisku, di kocok sekeras mungkin…

“Oughhhh… aku keluar… Crotzzz” beberapa menit kemudian aku orgasme di mulut Susi, dia lari ke kamar mandi sambil memuntahkan spermaku, meski dia menelan sedikit tapi masih banyak spermaku yang dimulutnya.

“Widih masih siap tempur” sapanya dari kamar mandi, sambil meminum pil KB, kemudian Susi berjalan ke tepi kasur dan membuka kakinya.

“Hehe iya donk barang bagus nih” sambil kudekati Susi, aku peluk sambil cium.

“Buruan sayang ga tahan nih lubang dari tadi nganggur” tanpa pikir panjang langsung aku masukin.

“Ahhh”desahan bersama sambil bercumbu kembali, aku gerakan maju mundur penis ini terasa sekali lubang sempit yang membuat saraf-saraf di otakku bekerja dengan senang.

“Mas… Ahhhh” desah Susi.

“mass…kerasin dunk…Ahhhh.ahhhhhhh”desah irma semakin kencang dan sambil menggoyangkan badannya.

“Aku kerasin doronganku dengan sekali-kali aku dorong penuh sehingga rasanya penis ini menyentuh pangkal di dalam…”

“AHhhhh Mass aku sayang kamu….Ahhhh lagi massss”

Setelah beberapa menit Susi orgasme, gesekan yang dilakukan sangat keras gerakan naik turunnya benar-benar ajaib, sampai terdengar suara “plok..plok”.

“aaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh massssssssssssss aku keluar… cairan sperma ku banyak terasa mengalir di penisku.”

kemudian aku tarik Susi untuk berciuman setelah itu aku ajak dogy style, nafsu yang menyelimuti kita menjadikan gaya ini sedikit brutal berulangkali Susi berteriak dan bunyi disebabkan tumbukkan antara pahaku dan bokongnya yang sangat seksi ini….
beberapa menit aku angkat tubuh Susi menuju tembok, aku hujam diatas pangkuanku.

“Aghhh luar biasa mas” desahnya sambil tersenyum.
Selang beberapa menit aku merasakan hampir orgasme untuk kesekian kalinya..

“Sayang aku beri kamu anak yah?” kataku sambil menggendongnya untuk kembali berbaring.
“Kalau bisa coba aja” candanya sambil memegang penisku untuk di arahkan ke lubangnya kembali.
Aku pun kembali menghujam vaginanya dengan penisku, keras dan cepat tapi aku menurunkan ritme dengan pelan-pelan tapi menghantamnya dengan keras.

“Aggghhhhh Massss”

aku tersenyum sambil meronta keenakan..

“Mas aku mau keluar lagi…sshhhhh…kerasin mass….”

“Aku juga tak terasa ingin keluar lagi,Kugencet dia sampai beberapa menit Aghhhh……..Spermaku yang tinggal sedikit akhirnya keluar… kamu hebat sayang, desahan kamu , goyangan kamu , membuat aku ingin terus melakukannya berulang kali …

Kupeluk dia dan kukecup kening nya..
“Mas jangan pulang dulu, aku masih butuh kami nanti” ucapnya padaku.

“Aku pun tersenyum, lalu kucium dia.”
Hari itu aku benar-benar ga pulang ke rumah sampai keesokan harinya.

Hanya waktu istriku telpon… aku bilang lagi di rumah capek mau kemana-mana, begitu pula Susi, padahal setelah telpon itu selesai permainan liar kami berlanjut.

Ketika istriku dirumah, aku dan susi masih sering ketemu dan melakukan hubungan ini di hotel, suatu saat Susi memintaku memberinya anak, meski aku tidak usah bertanggung jawab akan hal itu karena dia bilang kalau itu anak dari suaminya yang datang sehari sebelum itu… kini Susi sudah pindah dari komplek rumahku bersama anak hasil hubungan kami, namun komunikasi kami masih terjaga, sesekali kami bertemu di suatu kota untuk semata-mata melakukan hubungan sex tidak lebih, dia tau aku sangat mencintai istriku.

Cerita Sex Top : Cerita Seks Tante

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s