Cerita Dewasa Ngentot Pembantu Pamanku Yang Seksi

Cerita Dewasa – Ini dimulai saat saya mulai kuliah ke kota T. Karena saya punya saudara yang tinggal di sana, maka saya tidak perlu menyewa kamar kost untuk ditinggali.
Saya berumur 19 tahun waktu itu dan tinggal di rumah om saya yang berumur 40-an dan bersama tante saya serta dua anak laki-laki yang masih sekolah di sekolah dasar. Rupanya di tempat om saya tersebut, mereka dibantu oleh pembantu bernama Sumini dari kota M yang berumur lebih tua 2 tahun dari saya, tubuhnya putih bersih, tinggi 160-an dengan rambut ikal dan ukuran payudara kira-kira 34B. Untuk wajahnya, dapat dikatakan manis, apalagi bila ia sedang tersenyum. Saya pun sempat berpikir yang tidak-tidak.
Karena waktu itu saya baru tiba, saya sedang sibuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Sampai memasuki bulan keempat, saya mulai terusik dengan cara Sumini berpakaian yang lebih cenderung pakaian tersebut dipakai saat tidur.
Bayangkan, ketika saya pulang kuliah siang hari dia hanya memakai daster yang pendek sekali dan karena daster tersebut berwarna terang, maka bra dan celana dalamnya terlihat dengan jelas membayang. Pikiran saya waktu itu, wah, pembantu ini sepertinya memancing sesuatu… namun karena saya belum berani, maka saat nonton televisi bersama dia (sambil menyuapi anak-anak om saya yang masih SD) saya sering mencuri lihat ke bagian dalam pahanya yang putih mulus karena dia duduk bersila di lantai.
Om dan tante saya adalah pegawai di sebuah perusahaan dan kantor pemerintah, jadi sehari-harinya selalu sibuk, ditambah banyaknya akitivitas lain yang mereka kerjakan. Sehingga terkadang rumah om saya selalu kosong dari pagi hingga malam sekitar pukul 07:00, paling yang ada di rumah hanya si Sumini dan keponakanku yang kecil-kecil.
Suatu saat, siang hari, saya yang sedang membayangkan bagaimana cara meniduri si Sumini, tiba-tiba mendengar Sumini menutup pintu kamar mandi di belakang. Karena pegangan pintu kamar mandi tersebut rusak dan sedikit berlubang di pegangan kuncinya, maka saya punya pikiran iseng untuk mengintipnya.
Saat mengendap dan membungkukkan badan mengintip, saya melihat pemandangan menakjubkan. Sumini sedang mengguyur tubuh molek nan putih miliknya. Seketika saya menjadi terangsang hebat. Payudaranya yang lumayan besar itu masih montok sekali dan siap diremas. Juga memeknya yang nampak bersih dan polos.
Titit saya yang sudah menegang sepertinya tidak lagi bisa diajak kompromi. Saya harus menidurinya sekarang, atau tidak sama sekali. Begitu pikiran saya saat itu.
Karena hari itu masih siang dan adik-adik sepupuku sedang main di rumah tetangga yang lumayan jauh, maka saya langsung bergegas menutup pintu samping, depan dan belakang lalu menguncinya. Kemudian saya masuk ke kamar si Sumini untuk menanggalkan celana pendek saya dan membiarkan titit saya mengacung-ngacung tegang.
Begitu selesai mandi, saya mendengar langkah Sumini mendekat. Saya tahu, Sumini kalau sehabis mandi pasti hanya membaluti tubuhnya dengan handuk, makanya saya menunggu di balik pintu kamarnya untuk menyergapnya.
Saat Sumini masuk, saya langsung memeluk dan menciumi bibirnya, supaya ia tidak teriak…
“Mas, ssshhhhh……mmmpppphhhh..” Sumini melenguh ketika saya menyumpal mulutnya dengan bibir saya tanpa memberi kesempatan dia untuk berteriak atau tindakan lain yang bisa membahayakan saya.
Sumini berontak, namun sepertinya dia juga menginginkannya. Saya berpikir sesaat, ini memang saatnya.
Dengan tangan kiri saya tetap memeluk dia, namun tangan kanan saya mulai mempeloroti handuknya dan terbukalah semuanya… Setelah itu saya remas pelan, supaya tidak terlihat diperkosa, tetek-nya yang ranum dan putih itu. Sambil memainkan putingnya perlahan.

Baca Cerita Selengkapnya »

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s